4 Manfaat Kerendahan Hati
Artikel
Arki Sudito | 9 November 2021
Kerendahan hati memiliki peran dalam meningkatkan pola pikir seseorang. Kerendahan hati juga terbukti meningkatkan kemampuan seseorang untuk memberikan makna terhadap peristiwa-peristiea yang terjadi dalam hidup.
Berdasarkan penelitian kolaborasi antara Growth Center dan Klob.id, kerendahan hati ditemukan sebagai salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk memiliki pola pikir yang berkembang atau growth mindset.  Kerendahan hati juga dibuktikan dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk memberikan makna terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di hidupnya, dapat mendorong kreativitas, dan bahkan berkontribusi dalam hal pencarian tujuan hidup seseorang. 

Secara singkat, kerendahan hati merupakan sikap atau perasaan yang dimiliki seseorang bahwa dirinya tidak memiliki kelebihan khusus yang membuat dirinya lebih baik atau lebih unggul daripada orang lain. Sekilas, kerendahan hati terlihat lebih mengarah kepada kualitas negatif yang menunjukkan tanda kelemahan dibandingkan dengan tanda kekuatan. 

Namun, Adam Grant (2021) dalam bukunya yang berjudul Think Again: The Power of Knowing What You Don’t Know menyatakan bahwa memiliki kerendahan hati bukan berarti memiliki kepercayaan diri yang rendah. Pada kenyataannya, memiliki kerendahan hati akan memungkinkan kita untuk menyadari kekurangan diri sendiri, yang nantinya akan membuat diri kita lebih terbuka untuk belajar dan bersedia untuk menerima masukan. 

Dengan adanya keterbukaan dan ketersediaan untuk terus belajar dan berkembang, kerendahan hati akan membawa diri kita menjadi pribadi, pesaing, atau pemimpin yang jauh lebih baik. Oleh karena itu, Neubauer, Tarling, dan Wade (2017) mengindentifikasi kerendahan hati sebagai salah satu karakteristik yang penting untuk dimiliki oleh pemimpin yang lincah untuk selalu cepat beradaptasi dalam menghadapi lingkungan hidup yang terus berubah. Lalu, apa saja manfaat dari memiliki kerendahan hati terhadap kehidupan kita?

1. Dengan kerendahan hati, kita akan mampu memiliki pola pikir yang berkembang 

Dr. Carol S. Dweck mendefinisikan pola pikir yang berkembang sebagai kecenderungan seseorang untuk memiliki keyakinan bahwa kemampuan atau kecerdasannya dapat berubah jika dikembangkan melalui usaha. Ini berbeda dengan seseorang dengan pola pikir tidak berkembang yang percaya bahwa kemampuan atau kecerdasannya merupakan entitas tetap yang tidak bisa diubah. 

Dari pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa individu dengan pola pikir yang berkembang akan melihat suatu kegagalan sebagai kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki dirinya. Bayangkan jika ada seseorang yang memiliki kerendahan hati. Orang tersebut tidak akan hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak akan melihat dirinya lebih baik atau lebih unggul daripada orang lain. 

Kerendahan hati akan membuat dirinya menyadari akan kelemahan-kelemahan yang dimiliki dan memberikan ruang atau celah bagi dirinya sendiri untuk bisa berkembang. Hal ini akan mengarah pada individu yang memiliki pola pikir yang berkembang, yang selalu mencari masukan atau bahkan kritik membangun dari orang lain, dan memiliki keinginan atau dorongan untuk berubah ke arah yang lebih baik.

2. Memiliki kerendahan hati memungkinkan kita untuk memberikan makna terhadap setiap peristiwa yang terjadi di kehidupan kita, baik peristiwa yang positif maupun negatif 

Van den Heuvel (2009) mendefinisikan pembuatan makna sebagai kemampuan untuk merefleksi diri dan menciptakan makna pribadi terhadap situasi-situasi yang dianggap ambigu atau menantang. Dengan memiliki kerendahan hati, kita akan selalu mengevaluasi di mana posisi kita saat ini bila dibandingkan dengan orang lain. 

Dari evaluasi ini, bukan hanya menyadari tentang kelemahan-kelemahan saja, kita juga mengidentifikasi kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Dengan begitu, saat kita mengalami kegagalan, kita tidak langsung menyerah dan memberikan label negatif terhadap diri kita sendiri. 

Dengan demikian, kita akan terbuka dengan perkembangan diri. Kegagalan yang pernah dialami mampu kita maknai sebagai proses pembelajaran dalam perjalanan menuju kesuksesan.

3. Memiliki kerendahan hati akan mendorong kreativitas kita dalam menjalani hidup 

Kirton (1976) membagi kreativitas menjadi tiga dimensi yaitu orisinalitas, efisiensi, dan aturan/kesesuaian. Dari ketiga dimensi tersebut, yang memiliki hubungan paling erat dengan kerendahan hati adalah orisinalitas. Dimensi ini berbicara tentang preferensi seseorang untuk mengembangkan atau menciptakan ide-ide baru. 

Mengapa demikian? 

Hal ini terjadi karena kerendahan hati memiliki peran penting dalam memampukan diri untuk menerima informasi serta ide-ide baru sebelum akhirnya berhasil mengembangkannya. Kerendahan hati membantu kita untuk terbuka terhadap pembelajaran dan bertanya-tanya tentang bagaimana sesuatu bisa jadi berbeda. 

Di sinilah kreativitas kita akan terdorong untuk muncul dan menjawab semua pertanyaan yang kita miliki. Kerendahan hati akan membuka begitu banyak kemungkinan dan pilihan dalam hidup kita, dan saat inilah kreativitas kita akan terdorong untuk bekerja dengan lebih baik dan efektif.

4. Kerendahan hati membantu kita untuk menemukan tujuan hidup yang sebenarnya 

Mungkin beberapa dari kita berpikir bahwa dengan menjadi rendah hati, kita akan mampu mengintrospeksi diri kita. Memang benar bahwa hal ini dapat terjadi dalam kehidupan sejumlah orang. Namun, untuk beberapa orang yang lainnya, memiliki kerendahan hati berarti bersedia menerima diri mereka apa adanya. 

Dengan menyadari semua kelebihan serta kekurangan diri, mereka dapat mengambil jeda guna memikirkan kembali tentang keinginan-keinginan dalam hidup serta mulai menata ulang kehidupannya. Dengan memiliki kerendahan hati, seseorang dapat berhenti untuk membandingkan dirinya dengan orang lain dalam hal yang negatif. Ia hanya akan fokus memperhatikan dan mengembangkan dirinya sendiri guna menemukan dan juga mencapai tujuannya dalam hidup. 

Perlu diingat bahwa di dunia ini tidak ada orang yang benar-benar sempurna—yang bisa berhenti untuk belajar atau berkembang. Sebagai contoh, petarung atau olahragawan terbaik di dunia saja masih bisa melakukan kesalahan saat berkompetisi. Bukan hanya itu saja, bahkan pelatih terbaik di dunia pun masih perlu banyak belajar untuk terus meningkatkan pengetahuan dan strategi pelatihannya. 

Jika para pesaing atau pelatih tidak memiliki kemampuan untuk melihat kelemahan mereka sendiri, mereka tidak akan pernah bisa mencapai potensi penuh mereka, dan berakhir pada lingkaran kegagalan. 


Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki kerendahan hati dalam menjalani hidup. Kerendahan hati akan membangkitkan karakteristik positif lainnya dalam diri yang berperan penting dalam proses menjadi versi terbaik dari diri kita. 

Growth Center saat ini telah mengembangkan Growth Inventory, yaitu alat ukur untuk mengidentifikasi beberapa karakteristik yang dibutuhkan seseorang untuk mampu menjalani kehidupan yang kompleks dan penuh dengan perubahan sesuai dengan yang diinginkannya. Salah satu alat ukur yang dikembangkan adalah humility atau kerendahan hati. Silakan cek discovery.kognisi.id untuk mengetahui tingkat kerendahan hati Anda.
Related Content
Artikel
Septi Liberty | 29 Januari 2022
Artikel
Nabila Nurkhalishah Harris | 17 Desember 2021
Artikel
Andrea Lusi Anari | 14 Desember 2021
Unlock Your Future Growth
Subscribe to our newsletter
Copyright 2021. PT. Gramedia. All Rights Reserved.